Siapakah Luqman? Ia bukanlah Rasul, bukanlah Nabi, bukanlah juga Malaikat. Tetapi kenapa namanya diabadikan dalam Alquran ?

Tahukah Anda siapa Luqman ? Ia bukanlah rasul, bukanlah nabi, bukanlah juga malaikat. Tetapi kenapa namanya diabadikan dalam Alquran yang jadi pegangan hidup golongan muslim sepanjang jaman? 

Bila Anda membaca Alquran, pasti bakal temukan surat Luqman dalam urutan ke 31 dalam 114 surat didalam kitab suci agama Islam tersebut . 

Siapakah Luqman? Ia bukanlah rasul, bukanlah nabi, bukanlah juga malaikat. Tetapi kenapa namanya diabadikan dalam Alquran yang jadi pegangan hidup golongan muslim sepanjang jaman? 

Luqman cuma seseorang lelaki biasa, tetapi ia menjalankan tugasnya sebagai bapak yang mengagumkan. 

Tokoh Zakat Indonesia Didin Hafidhuddin menyampaikan, Luqman yaitu seseorang yang sudah berjasa bangun peradaban dengan mendidik anak-anaknya dengan prinsip tauhid (mengajarkan keesaan Tuhan). 

Menurut Didin, cerita Luqman yang ada dalam tiga ayat saja dalam Alquran adalah rujukan paling baik untuk beberapa bapak untuk mendidik buah hatinya. Sebab, Luqman adalah Bapak yang diberkati Allah karena ia yaitu orang yang berhasil memperoleh hikmah. 

 " Apakah itu orang yang memperoleh hikmah, yakni orang yang selalu mencari pengetahuan. Namun tidak cuma pengetahuan yang bernilai dengan cara kognitif tetapi pengetahuan yang bisa melahirkan keindahan tingkah laku, " tutur Didin 

Tingkah laku orang-tua adalah hal utama dalam sistem pendidikan anak. Dikarenakan ibu serta bapak adalah guru pertama dalam kehidupan seseorang.  

Masihlah mencontoh kisah Luqman, Didin menyampaikan lelaki itu juga mengajarkan kita bagaimana mendidik generasi penerus bangsa dengan cinta serta kasih sayang. 

 " Dijelaskan di Alquran kalau Luqman selalu memanggil anaknya dengan panggilan ya bunayya yang berarti wahai anakku. Itu yaitu panggilan yang paling indah, " kata Didin. 

Dengan memberi panggilan yang indah pada anak, mereka bakal terasa sangat di cintai hingga yang akan datang bakal tumbuh jadi orang-orang yang juga menyukai serta menghormati sesama. 

Cerita Luqman juga melukiskan begitu ia selalu melatih anak-anaknya untuk melaksanakan ibadah baik salat serta mengaplikasikan sikap amar ma’ruf nahi munkar. 

 " Umpamanya dirumah tengah ada tamu, mintalah pada anak kita untuk mempersiapkan minuman pada mereka, bukanlah menyuruh pembantu rumah tangga atau orang-tua. Dengan membiasakan seperti itu, anak bakal belajar menghormati tamu, menghormati orang lain dan mempunyai tanggung jawab, " papar Didin. 

Didin mengutamakan, inti dari pendidikan anak sejatinya kembali ke pendidikan aqidah yang di ajarkan Alquran. Sebenarnya manusia bakal memperoleh keuntungan yang sampai kini diupayakan susah payah, yaitu kecerdasan akal. 

 " Anak itu tentu cerdas bila mulai sejak kecil didekatkan dengan Alquran ". (Sumber : Dream. co. id)
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.